Selasa, 28 Juli 2020

Boomerang dalam lisan yang kau ciptakan

Aku tuh kek ngerasa berada difase terendah yang mana dikarenakan mulut/lisan yang kuucapkan mempengaruhi segalanya. Walau begitu susah banget ya untuk intropeksi diri dan memperbaiki diri agar bisa mengendalikan diri. Semua permasalahan yang kurasakan berawal dari aku. Aku selalu menyalahkan setiap kondisi yang kurasa dikarenakan orang lain. Namun kenyataannya adalah akulah yang menjadi sumber masalah dalam hidupku. Sikap atau sifat yang semacam ini harus dibuang ya gaes, ini adalah pemikiran buruk yang mesti kita hindari. Aku hanya ingin berbagi cerita mengenai hal buruk yang harus dibuang dalam diri kita sebagai makhluk sosial yang dinamakan manusia. Nah gaes ini adalah cerita real yang aku alami dalam kehidupan. 

Setiap orang tentu saja memiliki kesan buruk yang pernah mereka alami? Salah satu hal yang harus dijaga yang paling utama adalah lisan, iyakan? Benar ngga sih Lisan/perkataan yang keluar dari mulutmu akan mempengaruhimu. Mengenai hal yang utama ini terdengar biasa saja, namun ketika melafaskannya, lisan/perkataan bisa saja menjadi hal yang sangat sensitive jika kita tidak benar dalam mengucapkan atau mengatakannya pada lawan bicara kita. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesalahfahaman seseorang terhadap diri kita pribadi, atau bisa saja menyakiti orang lain dan membuat mereka merasa tersinggung. 

Mungkin bukan aku saja yang merasakan, namun kalian juga, benar ngga sih? Lalu gimana cara mengatasinya? Nah gini ya ini hanya perspektif dari pemikiran dan pengalaman yang pernah aku lakukan. Tidak menutup kemungkinan bahwa aku juga pernah melakukan hal yang sama, berkata kasar, menghujat, dan membuat orang merasa tersinggung, ya aku pernah mengalaminya. Hal tersebut dikarenakan mulut lemesku yang tidak bisa dijaga. Namun dengan mengintropeksi diri agar terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan aku lebih memilih untuk diam, nah kenapa harus diam? Ntar diam dikira bisu lagi. Hehe jadi tuh ya gaes menurut aku diam adalah cara agar aku bisa mengontrol diri dan menghindari perkataan yang ingin keluar dari mulutku. Kenapa? Karena jika aku berbicara, bisa saja pemikiran dan perkataan yang ingin kusampaikan menjadi boomerang untukku atau orang lain. Diam bukan berarti aku adalah orang yang pasif atau tidak ingin berbaur dengan orang lain, namun diamku itu hanya secukup dan sekedarnya saja. Jika tidak penting-penting amat diam adalah cara terbaik untuk mengaplikasikan pemikiran negative yang ada pada diri kita. Nah gimana menurut kalian? Atau ngga kalian juga bisa berkomentar bagaimana perspektif kalian mengenai lisan dan solusi untuk mencegah kemungkinan terburuk dari lisan yang keluar dari mulut kalian. Hehe terimakasihhh………..

Selasa, 16 Juni 2020

KEHIDUPAN

KEHIDUPAN

Kehidupan layaknya daun yg jatuh lalu kering. Katakan saja jika andaian mengenai kehidupan tak jauh dari kata datang dan pergi. Yg hidup akan kembali atau mati. Bukankah itu benar? Kehidupan membuat seseorang harus paham akan arti. Entah arti dari tujuan diciptakannya? Atau tujuan untuk kembali padanya? 

Hidup mengajarkan manusia untuk sadar diri, dan memiliki esensi atau prioritas yg harus dipenuhi, tatkala manusia mengidentifikasikan dirinya sebagai aktor utama dalam kehidupan, itu dikarenakan yg dirasakannya adalah apa yg dia jalankan. Tuhan sebagai sang maha pencipta sudah memberikan takdir, namun kembali lagi kepada manusia yg menjalaninya.

Bagiku pun sama, aku hanyalah seorang pelintas yg hanya menelusuri secarcik buihan debu dunia untuk belajar, memperoleh dan menerapkan, lalu membagikan sebagian untuk menjadi tabungan amal, dan selepas dari itu tujuan untuk hidup hanya mengambil hikmah dari apa yg diterima dan didapatkan dari secuil harapan untuk bisa kembali. Tuhan sudah memberikan dan setidaknya aku bisa menerima dan menjalankan sesuai porsi yg aku bisa. 

Untuk mengubah takdir Tuhan hanyalah ilusi semata, namun untuk memperbaiki mungkin harus memiliki usaha agar kehidupan fana tidak terlalu membuatku berambisi untuk memiliki segala yg ada didunia. Maklum saja, manusia seringkali khilaf ketika dihadapi dengan keelokkan yg bisa mencuci mata, apalagi mengenai harta dan tahta. Tak bisa dipungkiri jika sedetik waktu saja bisa merubah manusia yg tadinya hanya membayangkan saja namun seketika berniat untuk memilikinya. Dengan begitu kekhilafan akan fananya dunia bisa saja menoreh sedikit luka dari jalannya hidup yg diterima. 

Kehidupan layaknya bagian dari matematika yg tak luput dari nilai tambahan dan pengurangan, setidaknya tambah dan kurang bisa seiring agar seimbang menjalaninya. Namun kehidupan juga mengajarkan banyak arti agar manusia menyadari betapa kehidupan yg diciptakan oleh tuhan memiliki esensinya tersendiri. Dari awal hingga akhir tentu saja tuhan sudah merancangnya dengan sedemikian rupa agar bisa berakhir dengan happy ending seperti jalan cerita yg ada didrama wkwk. Namun bisa pula menjadi bagian dari sad ending yg mengutarakan bagaimana cara manusia menerapkannya sehingga bisa berakhir dengan menggores luka, semua itu tergantung dan kembali lagi pada manusia yg menjalaninya.

Kamis, 23 April 2020

KEPERCAYAAN DAN KEYAKINAN SERTA PENTINGNYA ILMU PERBANDINGAN AGAMA BAGI MASYARAKAT

Kepercayaan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi sebuah komitmen atau janji, dan komitmen hanya dapat direalisasikan jika suatu saat berarti. Menurut saya kepercayaan disini bisa didasarkan dari sikap kita terhadap seseorang, perilaku dan lain sebagainya, dengan memiliki sikap dan perilaku yang baik kita bisa membangun kepercayaan dan keyakinan orang lain pada diri kita. Bagaimana kita melakukannya? Caranya mudah, kita harus memulai dari sikap jujur terhadap amanah yang diberikan, lalu menunjukkan kualitas yang kita miliki. Tidak hanya itu, kejelasan dari tindakan yang akan kita lakukan haruslah sesuai dengan apa yang kita bisa. Selain itu, banyak hal lain yang bisa kita lakukan, maka dari apa yang sudah kita lakukan secara tidak langsung diperhatikan oleh banyak orang, dan disitulah kita bisa menumbuhkan rasa percaya untuk membuat orang yakin pada diri kita.

Menurut Moorman, Deshpande dan Zaltman, kepercayaan didefinisikan sebagai keinginan untuk menyerahkan sesuatu kepada partner yang bisa dipercaya.  Pendapat tersebut juga menggambarkan penelitian yang dilakukan oleh Rotter’s yang menyatakan bahwa kepercayaan merupakan harapan umum yang dimiliki individu bahwa kata-kata yang muncul dari pihak lainnya dapat diandalkan. Ketika seseorang mengambil keputusan, ia akan lebih memilih keputusan berdasarkan pilihan dari orang-orang yang lebih dapat ia percaya dari pada yang kurang dipercayai.

Pandangan saya mengenai kepercayaan bahwa kepercayaan tersebut timbul dari diri kita pribadi, dan juga bagaimana cara kita bisa membuat orang bisa percaya pada kita. Untuk membangun sebuah kepercayaan maka kita harus bisa membuktikan terlebih dahulu, sehingga orang lain bisa percaya dan yakin pada kita.

Ilmu perbandingan agama sangat diperlukan bagi kalangan masyarakat dikarenakan  kita dapat belajar untuk memahami kehidupan batin, alam pikiran dan kecenderungan hati dari berbagai umat manusia. Dengan mengetahui agama-agama lain seorang Muslim dapat mencari persamaan-persamaan (lebih tepat kesejajaran-kesejajaran) antara agama Islam dengan agama-agama lain. Dengan demikian dapat membuktikan di mana letak keunggulan agama Islam dibandingkan agama-agama lain. Selanjutnya dapat mengetahui bahwa agama-agama sebelum Islam itu sebagai pengantar terhadap kebenaran yang lebih luas dan lebih penting, yaitu agama Islam Dengan membandingkan agama Islam dengan agama-agama lain dapat menimbulkan rasa simpati terhadap orang-orang yang belum mendapatkan petunjuk tentang kebenaran. Selanjutnya akan menimbulkan rasa tanggung jawab untuk menyiarkan kebenaran-kebenaran yang terkandung dalam agama Islam kepada masyarakat luas.
 
Referensi : Moorman et al., “Factors Affecting Trust in Market Research Relationship” Journal Marketing Research, Vol. 57, (Jurnal tidak diterbitkan, Januari : 1993), Hal. 81.  

Rabu, 15 April 2020

Pola Kerukunan Melayu Dan Tionghoa Di Kota Singkawang

Pola Kerukunan Melayu Dan Tionghoa Di Kota Singkawang

Nama Jurnal: jurnal al-hikmah

Tautan/Link: http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah/issue/view/83

Volume: vol 12. No 1 (2018)

Judul: POLA KERUKUNAN MELAYU DAN TIONGHOA DI KOTA SINGKAWANG

Penulis: Amalia Irfani

ABSTRACT
This paper briefly describes how the pattern of harmony between Malay and Chinese communities in Singkawang City, two major ethnicities and became political authorities alternately in the city; through sociological communication studies. The result of the study it was found that the harmony of the people in Singkawang City can be categorized as dynamic and harmonious. Tolerance is so high applied in the life of society and politics by the people. In terms of social relations, there are no significant differences between these two ethnicities, almost the same can be said to be no difference at all, there is no element of legal discrimination for every ethnic group in here. Constraints that arise in their social life are the use of language, as well as the Chinese community which seems more closed and more restricting the association with other ethnic groups. 

(Tulisan ini secara singkat memaparkan tentang bagaimana Pola Kerukunan masyarakat Melayu dan Tionghoa di Kota Singkawang, dua etnis besar dan menjadi penguasa politis secara bergantian di Kota tersebut; melalui kajian komunikasi-sosiologis. Hasil kajian sosiologis atas Kerukunan masyarakat di Kota Singkawang dapat dikategorikan dinamis dan harmonis. Toleransi yang begitu tinggi diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat maupun politik oleh masyarakat kota Singkawang. Kemudian, dari sisi hubungan sosial, tidak ada perbedaan yang signifikan antar dua etnis ini, hampir sama bahkan dapat dikatakan tidak ada perbedaan sama sekali, di mana tidak ada unsur diskriminasi hukum bagi setiap etnis di Kota Singkawang. Kendala yang muncul di kehidupan bermasyarakat mereka adalah yaitu pengunaan dalam berbahasa, seperti halnya masyarakat Tionghoa yang nampak lebih tertutup dan lebih membatasi pergaulan dengan etnis lain). 

Key Words: Pola, Kerukunan Etnis, Kota Singkawang

Ulasan : Didalam tulisan Ibu Amalia Irfani yang merupakan salah satu dosen SAA membahas mengenai pola. Pola disini dapat diartikan bentuk atau model (atau, lebih abstrak, suatu set peraturan) yang bisa dipakai untuk membuat atau untuk menghasilkan suatu atau bagian dari sesuatu, khususnya jika yang ditimbulkan cukup mencapai suatu sejenis untuk pola dasar yang dapat ditunjukan atau terlihat. 

Pola Kerukunan dapat didefiniskan, sebagai sistem, cara kerja atau bentuk dalam upaya membangun, menciptakan keharmonisan dalam masyarakat dengan tidak melihat perbedaan sehingga tercipta keseimbangan sosial. Dengan begitu masyarakat dari suku melayu dan masyarakat dari suku tionghoa yang ada di Singkawang bisa hidup dengan saling berdampingan dan bisa saling menerima perbedaan satu sama lain.

Tidak hanya itu, dalam jurnal ini juga membahas mengenai kerukunan. Kerukunan disini merupakan kondisi dan proses tercipta dan terpeliharannya pola-pola interaksi yang beragam diantara unit-unit (unsur/sub sistem) yang otonom. Kerukunan mencerminkan hubungan timbal balik yang ditandai oleh sikap saling menerima, saling mempercayai, saling menghormati dan menghargai, serta sikap saling memaknai kebersamaan. Dalam pengertian sehari-hari kata rukun dan kerukunan adalah damai dan perdamaian. Dengan pengertian ini jelas, bahwa kata kerukunan hanya dipergunakan dan berlaku dalam dunia pergaulan. Masyarakat melayu dan tionghoa Singkawang bisa hidup dengan rukun dikarenakan tidak membuat keributan dan saling menjaga perdamaian. Bagi saya, tulisan dari jurnal ini sangat bagus untuk dibaca oleh mahasiswa program studi agama-agama, dengan membaca jurnal ini setidaknya mahasiswa studi agama-agama bisa menambah pengetahuan mereka dan  mengenai pola kerukunan melayu dan tionghoa kota Singkawang.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kerukunan ialah hidup damai dan tentram saling toleransi antara masyarakat yang beragama sama maupun berbeda, kesediaan mereka untuk menerima adanya perbedaan keyakinan dengan orang atau kelompok lain, membiarkan orang lain untuk mengamalkan ajaran yang diyakini oleh masing-masing masyarakat, dan kemampuan untuk menerima perbedaan. Kerukunan masyarakat di Kota Singkawang dapat dikategorikan dinamis dan harmonis. Tidak ada perbedaan yang signifikan antar dua etnis ini, hampir sama bahkan dapat dikatakan tidak ada perbedaan sama sekali.

Jumat, 10 April 2020

CORONA VIRUS MENGGUNCANG DUNIA

CORONA VIRUS MENGGUNCANG DUNIA

Virus corona atau coronavirus (CoV) merupakan keluarga virus yang menaungi virus SARS-CoV-2 yang terjadi saat ini, SARS-CoV pada 2002, dan MERS-CoV pada 2012. Corona virus ini pertama kali muncul diprovinsi Wuhan negara China dan menjadi tajuk pembahasan utama masyarakat belahan dunia. Berita ini tersebar luas dibulan Januari 2020 dan menjadi perbincangan hangat setiap negara. Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Virus ini adalah virus yang menular baik itu ke orang lansia, dewasa, remaja, anak-anak dan bayi. Virus ini adalah virus yang sangat berbahaya dikarenakan tersebar dengan cepat dan mudah. Masyarakat belahan dunia harus berantisipasi dan menjaga kebersihan diri agar bisa dijauhi dan tidak terinfeksi dari virus tersebut. Dengan adanya virus corona ini, dunia dibuat pembar oleh kemunculannya. Sudah banyak korban yang meninggal diakibatkan virus corona, terlebih lagi orang yang dikategorikan positif dan dalam masa pengawasan rumah sakit. 
Tidak hanya masyarakat di China yang terinfeksi virus tersebut, saat ini virus itu sudah masuk ke negara Indonesia dan negara lainnya dibelahan dunia. Beberapa bulan yang lalu tepatnya di bulan januari-februari pemerintah belum tanggap mengenai kasus virus corona. Pemerintahan Indonesia awalnya tidak mengantisipasi dan siap siaga terhadap rakyat Indonesia yang bepergian keluar negeri, dan dengan mudah saja menerima orang asing masuk ke negara Indonesia. Saat itu tidak ada pembatasan bagi orang yang keluar masuk di negara Indonesia tercinta ini. Itulah salah satu sebab dan akibat awal mula masuknya virus corona di negara Indonesia.

Pada 25 Februari, Presiden mengatakan bahwa pemerintah terus mencermati dampak penyebaran wabah virus corona bagi perekonomian global untuk Indonesia, Pemerintah memaksimalkan anggaran perekonomian dalam negeri pada saat ini. Nah dilihat dari keterangan yang dijelaskan oleh presiden Indonesia pada 25 Februari yang lalu, pemerintah baru membahas dan merancang terkait perekonomian untuk berbagai daerah yang ada diseluruh Indonesia. Hal ini saya rasa untuk mengantisipasi dan menyiapkan kebutuhan agar masyarakat Indonesia tidak terbengkalai dalam urusan ekonomi.
Hari demi hari berlalu, pada bulan Maret 2020, akhirnya yang tidak nampak tiba-tiba muncul dan membuat pembar masyarakat Indonesia yang ada di 34 provinsi. Ada beberapa masyarakat yang dikatakan positif virus corona. Hal ini dibuat geger masyarakat Indonesia sejagat raya. Tidak hanya itu, pemerintahpun kocar kacir untuk mengadakan pertemuan guna membahas dan mempertimbangkan keputusan yang akan dipilih. 

Tepat pada Senin, 16 Maret 2020 seluruh pendidikan dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan Perguruan Tinggi diliburkan dari kegiatan ngajar-mengajar melalui tatap muka. Pemeritah memberikan informasi melalui media bahwa system belajar maupun kegiatan apapun yang dilakukan oleh rakyat harus menggunakan social distancing untuk membatasi interaksi antar manusia, menjaga jarak, mengurangi kerumunan orang, dan untuk memutus penyebaran virus. 
Angka penularan COVID-19 di Indonesia semakin meningkat, pertumbuhan jumlah kasus masyarakat yang terinfeksi semakin banyak, sejak diakhir bulan Maret dan diawal bulan April sudah mencapai seribuan jiwa yang dikatakan positif, dan ratusan orang meniggal dunia. Kini kondisi semakin memprihatinkan, namun dengan begitu sebagai masyarakat kita harus selalu menjaga kondisi tubuh dan kesehatan kita agar tidak tertular dari COVID-19 tersebut.

KELUHAN MAHASISWA MENGENAI COVID-19

Besirin salah satu mahasiswa Psikologi Islam berpendapat bahwa, menurutnya perkulian Online ini kurang efektif,  tidak semua mahasiswa/i selalu standbye didepan HP terutama saya, ujarnya. Dan terkadang ada beberapa mata kuliah yang sulit dipahami kalau hanya diskusi lewat Gruop sosial media. Salah satunya iyalah yang berhubungan dengan matematika. Sebaiknya pemerintah segera mencarai solusi dan mengkaji lebih lanjut sistem perkuliahan online ini, karena terkadang yang kuliah dengan tatap muka saja susah untuk paham apa lagi kuliah online malah makin runyam, menurutnya. 

Apriliani, salah satu mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam berpendapat bahwa, menurut saya kuliah online sangat kurang efektif, dosen bisa memberikan tugas kepada mahasiswa sewajarnya saja dikarenakan kami harus menghemat kuota agar bisa mengikuti perkuliahan online. Jika sudah ada diskusi atau presentasi di grup atau dll dimohon dosen mempertimbangkan lagi, jika memberikan tugas ya tugas aja, kalo presentasi ya presentasi aja. Jangan memakai aplikasi zoom atau semacamnya, karena itu sangat mahal, menguras kuota, dan juga tidak efektif. Dosen harus bisa memaklumi referensi tugas yang dikerjakan oleh mahasiswa. Dan juga absensi kelas tidak efektif.

Aini Putri Rahmani dari HM-PS Komunikasi dan Penyiaran Islam berpendapat bahwa, Logic kok diadakannya kuliah online karena dengan kondisi Indonesia saat ini tidak banyak yang bisa kita semua lakukan. Mengapa online? Yaa karna itu adalah cara terakhir yang dapat kita lakukan. Karena himbauan pemerintah yang mengharuskan kita untuk dirumah aja. Sekali lagi mengapa online? Karena tidak ada pilihan lain untuk kita kuliah tatap muka langsung. Jika ada solusi/pendapat lain yang sekiranya bisa kita lakukan saat ini. Kalau dibilang efektif atau tidak. Saya kembalikan kepada individu masing² dalam menyikapi hal ini. Jika memang kurang efektif, jangan sepenuhnya salahkan sinyal, aplikasi, dll. Mungkin permasalahannya ada di diri kita yang kurang membaca sehingga sulit memahami materi. Lebih baik kita sama-sama introspeksi diri dulu. Dan menurut saya, kita semua kurang bisa menyesuaikan diri mengapa? Karena selama ini internet hanya kita gunakan untuk hal-hal yang bahkan tidak penting. So, dari sekarang kurangi mengeluh, dan berusaha maksimal sesuai dengan kemampuan & kondisi kawan-kawan semua. Ketika di dalam diskusi atau materi ada yang kawan-kawan tidak pahami, kan masih ada cara lain. Contohnya Private Contact (PC) dengan dosen yang bersangkutan tentunya menggunakan kata-kata dan kalimat yang sopan.   Yakin dan Percaya saja dosen pun pasti akan mengerti keadaan mahasiswanya. Pertama, yang saya pribadi inginkan adalah tidak setiap pertemuan diberikan tugas. Karena bukan hanya satu mata kuliah saja yang kita kerjakan tugasnya. Belum lagi dengan kawan-kawan yang terkendala ekonomi nya sehingga mengharuskan mereka menahan lapar hanya untuk membeli kuota. Kedua, jika memang perkuliahan ini dilakukan dalam jangka waktu panjang, bisa saja pihak kampus untuk mengembalikan uang daftar ulang bukan tidak mungkin hal ini bisa saja dilakukan biarpun ga sepenuhnya dikembalikan. Ketiga, kuliah online hanya diadakan melalui e-learning yang sudah disebarkan. Dan dosen pun wajib menggunakannya. Karena dari Indosat pun telah memberikan bonus untuk keadaan kita sekarang. Jika pun ingin melakukan perkuliahan tatap muka hanya sekali-kali saja, masih banyak juga kok aplikasi yang bisa kita gunakan contohnya wa, dan google classroom. 

Nah, ini juga merupakan salah satu dampak dari penyebaran COVID-19 yang melanda mahasiswa, sehingga banyak mahasiswa yang berfikiran negatif mengenai kuliah online yang diterapkan oleh pemerintah dan pihak kampus. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah sudah sangat baik dengan maksud dan tujuan untuk memutus penyebaran virus tersebut, dan juga agar generasi penerus bangsa masih tetap utuh terjaga. Jika dilihat dari sisi positif dan negartifnya tentu sangat banyak. Akan lebih baik, kita sebagai kaum yang berpendidikan mengikuti arahan dari pemerintah agar sedikit mengurangi beban mereka dengan cara berdiam diri dirumah saja. Dengan begitu para dokter yang sedang berperang menghadapi virus tak kasat mata tersebut sedikit ringan dengan bantuan yang kita jalankan untuk membantu mereka mengurangi pasien agar tidak bertambah.  

MENCARI ILMU MELALUI DISKUSI ONLINE

Nah teman-teman sekalian, mencari ilmu adalah tugas kita sebagai orang yang terpelajar, ilmu bisa kita dapatkan dimanapun selagi kita mencarinya. Disini saya ingin berbagi mengenai ilmu yang saya dapatkan dar diskusi online bersama Prof.  Dr. H. Abu Rokhmad, M. Ag. Beliau adalah salah satu anggota FKUB di Jawa Tengah. Saya sangat bersyukur bisa berdiskusi secara online dan mendapatkan ilmu yang dijelaskan oleh beliau. Disini Prof Abu menjelaskan tentang umat manusia sudah mengenal wabah/ pandemi. Zaman rasul ada wabah thoun. Zaman khilafah abbasiyah juga ada. Pada masa modern kita mengenal wabah flu spanyol. Dan seterusnya hingga sekarang. Wabah corona mungkin bukan yg terakhir. Setiap ada wabah, semua terkejut dan negara gagap. Itu bisa dimaklumi karena wabah datangnya mesti mendadak, skala besar dan cepat. Semua pihak pasti tdk siap dengan sarana prasarana termasuk obatnya. Karena itu, melihat skalanya, sebarannya, penularan yang cepat dan fatality rate yang tinggi, maka corona bisa disebut sebagai disease of 21 century.

Prof.  Dr. H. Abu Rokhmad, M. Ag berpendapat bahwa, . Tidak ada strategi yang 100 % tepat untuk diterapkan bagi masing masing negara. Setiap negara kekhasan wilayah dan karakteristik penduduk yg beda-beda. China mungkin tepat menggunakan lockdown (karantina wilayah/ menutup daerah supaya orang tdk bisa keluar dan masuk). Mengapa china berhasil?. 
NegaraChina merupakan negara sosialis/ komunis (meski sekarang juga tampak sangat kapitalis) dengan ciri khas strong leaders. Pemerintahnya otoriter. Secara ekonomi, China kuat dan mampu menyediakan logistik yang cukup untuk penduduknya. Penduduk china relatif disiplin dan taat pada pemerintah. Berbeda dengan Italia, strategi lockdown justru membuat peningkatan penduduk yang terinfeksi makin banyak dengan tingkat kematian yang sangat tinggi melebihi china.

Masing masing strategi ada plus dan minusnya. Kebijakan yang diambil presiden Jokowi bukan lockdown (dengan arti menutup atau karantina wilayah). Presiden menyebut PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR (PSBB). Saya memiliki pandangan bahwa, strategi ini bersifat moderat dan tidak ekstrim. Mengapa ? Hal itu dikarenakan PSBB: Konteks penduduknya tidak seperti penduduk China. Negara tidak mampu menjamin kebutuhan logistik penduduk. Lockdown beresiko sangat tinggi, terutama kalo tetap gagal mengantisipasi sebaran COVID-19. Resiko sosial dan ekonomi mungkin bisa terjadi penjarahan jika rakyat kelaparan. Resiko politiknya juga tinggi, terutama ketika pemerintah gagal. Maka muncul ketidak percayaan rakyat kepada pemerintah.

Bagaimana dampak lockdown bagi ketatanegaraan kita? Istilah lockdown tidak dikenal dalam istilah hukum Indonesia. Kita punya istilah: darurat militer, darurat sipil yg tercantum dlm perpu 23 59. Kita punya istilah karantina wilayah yang disebut dalam uu 6/ 2018 tentang kekarantiaan kesehatan. Kita punya istilah darurat/ tanggap darurat dlm uu kebencanaan. Berdasarkan argumentasi di atas, pemerintah menggunakan istilah TANGGAP DARURAT dengan strategi PSBB. Secara substansi? Tanggap darurat dengan strategi PSBB sesungguhnya juga lockdown dalam pengertian yang moderat. Andaikata situasi ini makin memburuk, pemerintah sudah menyediakan opsi darurat sipil. Mungkin istilah ini bisa menggantikan istilah lockdown. Dalam situasi darurat sipil, bangunan ketatanegaraan kita bisa goyang. Penguasa darurat sipil adalah presiden/ panglima tertinggi TNI. Dalam situasi darurat, lembaga-lembaga negara sudah pasti mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Jika darurat sipil gagal mengendalikan keadaan, bukan hanya bangunan tata negara yang goyang, bahkan NKRI bisa runtuh.
Sebagai catatan akhir, kita percaya pemerintah mampu mengendalikan keadaan ini. Tentu saja rakyat harus disiplin menjalankan instruksi pemerintah. Yang kita hadapi itu musuh yang kecil. Tidak kelihatan, menyebar dengan mudah dan sangat cepat. Pemerintah dan rakyat harus kompak dan kerja sama erat untuk mengendalikan dan menghentikan virus ini. Sepanjang sejarah, manusia selalu menang melawan virus. 

Nah gaes, itulah yang dijelaskan oleh Prof.  Dr. H. Abu Rokhmad, M. Ag. Dan kesimpulannya adalah Wabah tersebut sudah ada sejak dahulu. Kita harus pahami bersama bahwa memang semua elemen masyarakat akan gagal dan tidak siap menghadapi wabah apapun. Termasuk covid 19 ini yang bisa disebut dengan Disease of 21 Century.  Tidak ada startegi yang 100% tepat dan terjamin keampuhannya untuk diterapkan. Sebab semua kembali kepada karakteristik wilayah dan penduduk yang majemuk. Setiap strategi dalam kebijakan memiliki dampak positif dan negatifnya. Untuk pemerintah Indonesia menerapkan sampai saat ini Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Istilah hukum Indoensia tidak mengenal Lockdown, namun hanya mengenal Darurat sipil untuk mewakili istilah Lockdown ketika menghadapi situasi genting. Jika darurat sipil gagal mengendalikan keadaan, bukan hanya bangunan tata negara yang goyang,  bahkan untuk NKRI sekalipun bisa runtuh. Disini kita sebagai masyarakat harus percaya pemerintah bisa mengendalikan kondisi ini. Namun dengan syarat rakyat harus disiplin dan tertib dalam menjalankan instruktur pemerintah. Perlunya kesadaran dalam diri sendiri agar semua dapat terkondisikan dengan baik dan lanca.

Sebagian bukti Tuhan bahwa dunia dan seisinya adalah pertanda dari kebesaran-Nya. Sebagai makhluk yang menghambakan tuhan, kita sebaiknya hidup dengan kebijakan yang sudah ditentukan. Menjalani apa yang semestinya dijalani. Dengan adanya musibah yang menimpa seluruh makhluk yang ada didunia menyisakan tangis haru yang membuat kebanyakan orang merasakan kehilangan, ini adalah salah satu pertanda bahwa Tuhan maha besar, apapun bisa terjadi sesuai dengan keinginan-Nya. Sebagai makhluk kita hanya bisa berdoa dan bertawakal bahwa sesudah ada musibah tentu menyisakan hikmah yang luar biasa.




Senin, 23 Maret 2020

Waktu

Melalui waktu aku memahami sesuatu. Banyak teka teki kehidupan dalam relung waktu yg panjang. Dalam ranah waktu banyak retorika yg terjadi, melalui alur dinamika yg tidak diketahui, waktu selalu menjadi pertanyaan dari sang perbendaharaan tersembunyi.
Kehidupan ini hakikatnya seperti belajar untuk mengenal, dan waktu adalah perantara dari pengenalan itu

Biarkan dirimu tumbuh sempurna, semua itu berawal dari bagaimana cara untuk mengenal, waktu yg dikatakan sebagai perantara akan membuat dirimu tumbuh menjadi seorang yg dewasa. Seorang pepatah mengatakan, jika kau menanam benihnya, maka kau akan menikmati hasilnya. Maka nikmatilah waktu itu sebaik mungkin. Jangan terlena oleh waktu.


Vnamriana

Mencari Kebenaran

Proses Pencarian Kebenaran

A. Dapatkah Manusia Mencapai Kebenaran ?
Didalam buku proses pencarian kebenaran ada beberapa filsuf yang memiliki perspektif yang berbeda mengenai kebenaran. Pak Zae berpendapat bahwa kebenaran adalah suatu pencarian dan hanyalah milik Allah SWT semata. Saya setuju dengan pendapat Pak Zae, namun perspektif saya mengenai kebenaran adalah perihal hidup yang pada kenyataannya kita sebagai manusia harus melakukan pencarian, mencari dari apa yang ingin diketahui.
Hidup adalah perihal mencari kebenaran. Setelah ada kebenaran malah timbul kebenaran yang lainnya, seperti kata pepatah masih ada langit diatas langit. Artinya, walau benar sekalipun asumsi yang kita miliki, namun masih ada asumsi yang benar yang orang lain fikir dan ucapkan. Jadi, manusia tidak bisa mengklaim kebenaran tersebut jika hanya memiliki asumsi tersendiri. 

B. Cara Mencari Kebenaran
Manusia dan alam adalah satu dari kesatuan yang tidak terpisahkan. Manusia adalah makhluk yang berfikir, perasa, bersikap dan bertindak. Dengan begitu manusia memiliki peran penting dalam menalarkan pemikiran dan memiliki rasa keingintahuan yang besar agar bisa memenuhi keinginan yang dia inginkan. Manusia memiliki asumsi naluri masing-masing untuk mencari kebenaran. 
Berpikir adalah salah satu metode kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar. Nah dari cara berpikir ini, setiap orang bisa menghasilkan pengetahuan baru yang benar dan berbeda-beda. Hal ini membuktikan bahwa setiap apa yang kita pikirkan tentu menghasilkan kebenaran. Namun untuk menguji kebenaran itu manusia cenderung menggunakan logika agar mencapai kebenaran yang mereka inginkan. 

C. Kriteria Kebenaran
Setiap kebenaran yang dicetuskan dari hasil buah pikir manusia tentu ada kriteria yang mencakup bagaimana kebenaran tersebut. Manusia memiliki jalan pemikiran masing-masing. Kriteria ini merupakan landasan proses penemuan kebenaran. Dari proses berfikir manusia dapat menalarkan suatu kebenaran atas dasar asumsi mereka, dan saya merasa bahwa ketika kita menalarkan suatu pengetahuan yang membuat kita penasaran mengenai keingintahuan yang kita cari, kita menggunakan daya nalar kita untuk bisa berfikir dan menemukan kriteria kebenaran. 
Sehingga hasil nalar tersebut seringkali diungkap dengan kata logika. Kita bisa berfikir seluas-luasnya menggunakan logika untuk mencari kebenaran yang sesungguhnya. Namun kebenaran itu tidak akan utuh selama-lamanya. Akan timbul kebenaran yang lainnya, yang mana tidak hanya ada satu kebenaran saja. Dengan begitu kita sebagai manusia bisa mengklaim kebenaran melalui logika yang kita miliki.