Selasa, 28 Juli 2020

Boomerang dalam lisan yang kau ciptakan

Aku tuh kek ngerasa berada difase terendah yang mana dikarenakan mulut/lisan yang kuucapkan mempengaruhi segalanya. Walau begitu susah banget ya untuk intropeksi diri dan memperbaiki diri agar bisa mengendalikan diri. Semua permasalahan yang kurasakan berawal dari aku. Aku selalu menyalahkan setiap kondisi yang kurasa dikarenakan orang lain. Namun kenyataannya adalah akulah yang menjadi sumber masalah dalam hidupku. Sikap atau sifat yang semacam ini harus dibuang ya gaes, ini adalah pemikiran buruk yang mesti kita hindari. Aku hanya ingin berbagi cerita mengenai hal buruk yang harus dibuang dalam diri kita sebagai makhluk sosial yang dinamakan manusia. Nah gaes ini adalah cerita real yang aku alami dalam kehidupan. 

Setiap orang tentu saja memiliki kesan buruk yang pernah mereka alami? Salah satu hal yang harus dijaga yang paling utama adalah lisan, iyakan? Benar ngga sih Lisan/perkataan yang keluar dari mulutmu akan mempengaruhimu. Mengenai hal yang utama ini terdengar biasa saja, namun ketika melafaskannya, lisan/perkataan bisa saja menjadi hal yang sangat sensitive jika kita tidak benar dalam mengucapkan atau mengatakannya pada lawan bicara kita. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesalahfahaman seseorang terhadap diri kita pribadi, atau bisa saja menyakiti orang lain dan membuat mereka merasa tersinggung. 

Mungkin bukan aku saja yang merasakan, namun kalian juga, benar ngga sih? Lalu gimana cara mengatasinya? Nah gini ya ini hanya perspektif dari pemikiran dan pengalaman yang pernah aku lakukan. Tidak menutup kemungkinan bahwa aku juga pernah melakukan hal yang sama, berkata kasar, menghujat, dan membuat orang merasa tersinggung, ya aku pernah mengalaminya. Hal tersebut dikarenakan mulut lemesku yang tidak bisa dijaga. Namun dengan mengintropeksi diri agar terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan aku lebih memilih untuk diam, nah kenapa harus diam? Ntar diam dikira bisu lagi. Hehe jadi tuh ya gaes menurut aku diam adalah cara agar aku bisa mengontrol diri dan menghindari perkataan yang ingin keluar dari mulutku. Kenapa? Karena jika aku berbicara, bisa saja pemikiran dan perkataan yang ingin kusampaikan menjadi boomerang untukku atau orang lain. Diam bukan berarti aku adalah orang yang pasif atau tidak ingin berbaur dengan orang lain, namun diamku itu hanya secukup dan sekedarnya saja. Jika tidak penting-penting amat diam adalah cara terbaik untuk mengaplikasikan pemikiran negative yang ada pada diri kita. Nah gimana menurut kalian? Atau ngga kalian juga bisa berkomentar bagaimana perspektif kalian mengenai lisan dan solusi untuk mencegah kemungkinan terburuk dari lisan yang keluar dari mulut kalian. Hehe terimakasihhh………..