Senin, 23 Maret 2020

Mencari Kebenaran

Proses Pencarian Kebenaran

A. Dapatkah Manusia Mencapai Kebenaran ?
Didalam buku proses pencarian kebenaran ada beberapa filsuf yang memiliki perspektif yang berbeda mengenai kebenaran. Pak Zae berpendapat bahwa kebenaran adalah suatu pencarian dan hanyalah milik Allah SWT semata. Saya setuju dengan pendapat Pak Zae, namun perspektif saya mengenai kebenaran adalah perihal hidup yang pada kenyataannya kita sebagai manusia harus melakukan pencarian, mencari dari apa yang ingin diketahui.
Hidup adalah perihal mencari kebenaran. Setelah ada kebenaran malah timbul kebenaran yang lainnya, seperti kata pepatah masih ada langit diatas langit. Artinya, walau benar sekalipun asumsi yang kita miliki, namun masih ada asumsi yang benar yang orang lain fikir dan ucapkan. Jadi, manusia tidak bisa mengklaim kebenaran tersebut jika hanya memiliki asumsi tersendiri. 

B. Cara Mencari Kebenaran
Manusia dan alam adalah satu dari kesatuan yang tidak terpisahkan. Manusia adalah makhluk yang berfikir, perasa, bersikap dan bertindak. Dengan begitu manusia memiliki peran penting dalam menalarkan pemikiran dan memiliki rasa keingintahuan yang besar agar bisa memenuhi keinginan yang dia inginkan. Manusia memiliki asumsi naluri masing-masing untuk mencari kebenaran. 
Berpikir adalah salah satu metode kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar. Nah dari cara berpikir ini, setiap orang bisa menghasilkan pengetahuan baru yang benar dan berbeda-beda. Hal ini membuktikan bahwa setiap apa yang kita pikirkan tentu menghasilkan kebenaran. Namun untuk menguji kebenaran itu manusia cenderung menggunakan logika agar mencapai kebenaran yang mereka inginkan. 

C. Kriteria Kebenaran
Setiap kebenaran yang dicetuskan dari hasil buah pikir manusia tentu ada kriteria yang mencakup bagaimana kebenaran tersebut. Manusia memiliki jalan pemikiran masing-masing. Kriteria ini merupakan landasan proses penemuan kebenaran. Dari proses berfikir manusia dapat menalarkan suatu kebenaran atas dasar asumsi mereka, dan saya merasa bahwa ketika kita menalarkan suatu pengetahuan yang membuat kita penasaran mengenai keingintahuan yang kita cari, kita menggunakan daya nalar kita untuk bisa berfikir dan menemukan kriteria kebenaran. 
Sehingga hasil nalar tersebut seringkali diungkap dengan kata logika. Kita bisa berfikir seluas-luasnya menggunakan logika untuk mencari kebenaran yang sesungguhnya. Namun kebenaran itu tidak akan utuh selama-lamanya. Akan timbul kebenaran yang lainnya, yang mana tidak hanya ada satu kebenaran saja. Dengan begitu kita sebagai manusia bisa mengklaim kebenaran melalui logika yang kita miliki. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar