Senin, 23 Maret 2020

Waktu

Melalui waktu aku memahami sesuatu. Banyak teka teki kehidupan dalam relung waktu yg panjang. Dalam ranah waktu banyak retorika yg terjadi, melalui alur dinamika yg tidak diketahui, waktu selalu menjadi pertanyaan dari sang perbendaharaan tersembunyi.
Kehidupan ini hakikatnya seperti belajar untuk mengenal, dan waktu adalah perantara dari pengenalan itu

Biarkan dirimu tumbuh sempurna, semua itu berawal dari bagaimana cara untuk mengenal, waktu yg dikatakan sebagai perantara akan membuat dirimu tumbuh menjadi seorang yg dewasa. Seorang pepatah mengatakan, jika kau menanam benihnya, maka kau akan menikmati hasilnya. Maka nikmatilah waktu itu sebaik mungkin. Jangan terlena oleh waktu.


Vnamriana

Mencari Kebenaran

Proses Pencarian Kebenaran

A. Dapatkah Manusia Mencapai Kebenaran ?
Didalam buku proses pencarian kebenaran ada beberapa filsuf yang memiliki perspektif yang berbeda mengenai kebenaran. Pak Zae berpendapat bahwa kebenaran adalah suatu pencarian dan hanyalah milik Allah SWT semata. Saya setuju dengan pendapat Pak Zae, namun perspektif saya mengenai kebenaran adalah perihal hidup yang pada kenyataannya kita sebagai manusia harus melakukan pencarian, mencari dari apa yang ingin diketahui.
Hidup adalah perihal mencari kebenaran. Setelah ada kebenaran malah timbul kebenaran yang lainnya, seperti kata pepatah masih ada langit diatas langit. Artinya, walau benar sekalipun asumsi yang kita miliki, namun masih ada asumsi yang benar yang orang lain fikir dan ucapkan. Jadi, manusia tidak bisa mengklaim kebenaran tersebut jika hanya memiliki asumsi tersendiri. 

B. Cara Mencari Kebenaran
Manusia dan alam adalah satu dari kesatuan yang tidak terpisahkan. Manusia adalah makhluk yang berfikir, perasa, bersikap dan bertindak. Dengan begitu manusia memiliki peran penting dalam menalarkan pemikiran dan memiliki rasa keingintahuan yang besar agar bisa memenuhi keinginan yang dia inginkan. Manusia memiliki asumsi naluri masing-masing untuk mencari kebenaran. 
Berpikir adalah salah satu metode kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar. Nah dari cara berpikir ini, setiap orang bisa menghasilkan pengetahuan baru yang benar dan berbeda-beda. Hal ini membuktikan bahwa setiap apa yang kita pikirkan tentu menghasilkan kebenaran. Namun untuk menguji kebenaran itu manusia cenderung menggunakan logika agar mencapai kebenaran yang mereka inginkan. 

C. Kriteria Kebenaran
Setiap kebenaran yang dicetuskan dari hasil buah pikir manusia tentu ada kriteria yang mencakup bagaimana kebenaran tersebut. Manusia memiliki jalan pemikiran masing-masing. Kriteria ini merupakan landasan proses penemuan kebenaran. Dari proses berfikir manusia dapat menalarkan suatu kebenaran atas dasar asumsi mereka, dan saya merasa bahwa ketika kita menalarkan suatu pengetahuan yang membuat kita penasaran mengenai keingintahuan yang kita cari, kita menggunakan daya nalar kita untuk bisa berfikir dan menemukan kriteria kebenaran. 
Sehingga hasil nalar tersebut seringkali diungkap dengan kata logika. Kita bisa berfikir seluas-luasnya menggunakan logika untuk mencari kebenaran yang sesungguhnya. Namun kebenaran itu tidak akan utuh selama-lamanya. Akan timbul kebenaran yang lainnya, yang mana tidak hanya ada satu kebenaran saja. Dengan begitu kita sebagai manusia bisa mengklaim kebenaran melalui logika yang kita miliki. 

Kamis, 19 Maret 2020

Karya Tulis Ilmiah

Penulisan Karya Tulis Ilmiah

Menulis adalah salah satu kegiatan wajib bagi mahasiswa perguruan tinggi. Dengan menulis kita dapat mengembangkan cara berfikir, mengasah kreatifitas, dan menimbulkan banyak dampak positif untuk diri sendiri dan bisa bermanfaat juga ketika tulisan kita bisa dibaca oleh orang lain. 

Salah satu karya tulis yang akan saya pilih adalah mengenai karya tulis ilmiah. Kenapa karya tulis ilmiah? Kenapa tidak karya tulis lainnya?. Nah teman-teman karya tulis ilmiah adalah salah satu karya tulis yang sangat penting untuk diketahui kaum akademisi. Siapa mereka? Hehe yaitu kita, yang disebut dengan mahasiswa.

Karya tulis ilmiah adalah sebuah karya tulis yang disajikan secara ilmiah dalam sebuah forum atau media ilmiah. Karakteristik keilmiahan sebuah karya terdapat pada isi, penyajian, dan bahasa yang digunakan. Isi karya ilmiah tentu bersifat keilmuan, yakni rasional, objektif, tidak memihak, dan berbicara apa adanya. Isi sebuah karya ilmiah harus fokus dan bersifat spesifik pada sebuah bidang keilmuan secara mendalam. Kedalaman karya tentu sangat disesuaikan dengan kemampuan sang ilmuwan. Bahasa yang digunakan juga harus bersifat baku, disesuaikan dengan sistem ejaan yang berlaku di Indonesia. Bahasa ilmiah tidak menggunakan bahasa pergaulan, tetapi harus menggunakan bahasa ilmu pengetahuan, mengandung hal-hal yang teknis sesuai dengan bidang keilmuannya.

Karya ilmiah bermula dari adanya masalah. Untuk dapat memecahkan masalah, peneliti harus memahami asal-muasal masalah itu dengan mencari banyak teori. Teori yang terkumpul disimpulkan dan membentuk sebuah pemahaman baru. Pemahaman baru tersebut pun harus dipadukan dengan data lapangan agar tidak hanya berpandangan sempit. Data lapangan dapat diambil dengan observasi, penyebaran kuesioner, wawancara, dan lainnya. Data yang telah diperoleh lalu dipadukan dengan teori dan menghasilkan simpulan baru. Dari simpulan ini, peneliti harus menarik kaitan antara data dan fakta untuk dapat menemukan solusi.

Karya ilmiah mempunyai beragam jenis, di antaranya artikel, makalah, skripsi, tesis, dan disertasi. Jenis karya ilmiah tersebut mempunyai ciri khas dan kegunaan yang berbeda. Secara fisik, mereka mempunyai kedalaman yang berbeda. Artikel adalah karya ilmiah yang ditampilkan secara sederhana. Dari jumlah fisiknya, artikel mempunyai minimal 10-20 halaman atau tidak lebih dari 5000 kata. Artikel pun berpotensi dimuat dalam jurnal sebagai publikasi ilmiah. Selanjutnya, makalah mempunyai fisik yang lebih banyak dibanding artikel. Makalah mempunyai bab dan subbab yang terstruktur, jelas, dan runtut. Begitu pula untuk skripsi, tesis, dan disertasi yang digunakan untuk keperluan menyelesaikan studi di perguruan tinggi. Kompleksitas skripsi, tesis, dan disertasi pun meningkat mengikuti jenjang studinya (Winarsih & Sulistyowati, 2016).

Usman (2008) mengungkapkan bahwa cara penulisan, karya tulis ilmiah harus tunduk pada gaya selingkung di lembaga induknya. Adapun syarat keilmiahan suatu karya yaitu menyajikan fakta objektif, ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur, dan tidak bersifat tekanan, serta disusun secara sistematis, menyajikan penalaran sebab-akibat/akibat-sebab, mengandung pandangan peneliti, dan tanpa manipulasi. 

Referensi :
KSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Volume 1 Nomor 2, Desember 2017 e-ISSN: 2580-9040 e-Journal: http://doi.org/10.21009/AKSIS

Pendapatku Mengenai Karya Tulis Ilmiah

Pendapatku Mengenai Karya Tulis Ilmiah.

Teruntuk mahasiswa, mungkin sudah tidak asing lagi ya kan melihat tulisan-tulisan yang berbentuk ilmiah? Apalagi mendengar kata-kata ilmiah baru yang diucapkan oleh dosen yang pernah megajar. Tentu kata ilmiah itu sendiri tidak terlepaas dari kehidupan kita sehari-hari. Nah teman-temanku tersayang, disini aku memiliki asumsi tersendiri mengenai karya ilmiah. Mungkin teman-teman bisa ngeshare langsung ke google apa sih karya tulis ilmiah itu ?
Namun, sebelum itu, aku akan membagikan pengalaman menarikku saat pertama kali menulis karya ilmiah. Nah teman-teman, kalian pasti berfikir bahwa menulis karya ilmiah itu sulit. Benarkan? Hehehe. Iya sama seperti aku, pertama kali aku mencoba karya tulis ilmiah pada saat aku kelas 3 SMK. Di kelas 3, siswa SMK maupun SMA sangat sibuk. Mereka harus bersiap untuk menghadapi ujian praktek, ujian sekolah dan UNBK. Nah kala itu guru penjaskesku yang bernama Pak Yogi masuk ke kelas untuk menawarkan kami untuk memilih. Ada 2 pilihan yang ditawarkan oleh guruku itu. Pilihan 1 maukah siswa-siswa kelas 3 menyelesaikan tugas ujian prakteknya dengan mengerjakan karya tulis ilmiah?, dan pilihan ke 2 adalah mengikuti ujian praktek dengan menyelesaikan tantangan olahraga yang harus dilakukan setiap minggunya?. Nah disini pilihan teman-temanku berbeda. Jumlah siswa dikelasku pada saat itu adalah 30 orang. Namun hanya 22 orang yang memilih untuk tetaap melakukan ujian praktek dengan cara melakukan tantangan olahraga setiap minggunya, dan 8 orang termasuk aku memilih karya tulis ilmiah. Inilah awal dari pertama kali kenapa aku pernah merasakan pengalaman menulis karya tulis ilmiah. Dari ceritaku ini, aku memilih karya tulis ilmiah atas dasar kepentinganku pribadi, kenapa? Karena aku berfikir aka nada saat dimana aku juga akan menulis karya tulis ilmiah di masa depanku nanti. Dan saat itu aku berfikir bahwa semasa SMK itulah aku harus belajar terlebih dahulu dan memahami seperti apa cara penulisan karya tulis ilmiah.
Dikemudian hari, pemikiranku yang kuno saat jaman dekil dahulu akhirnya terbukti, aku berjumpa kembali dengan mata kuliah karya tulis ilmiah di semester 4 ini. Hehe…….. bangganya ngga ketulungan gaes. Jadi, karya tulis ilmiah itu tidak sulit teman-teman. Kita hanya perlu membaca untuk menambah pengetahuan dan referensi kita. Lalu memiliki argument atau asumsi tersendiri dari apa yang kita baca. Salah satu yang membuat kita mudah dalam menulis karya ilmiah adalah memperkaya pengetahuan kita terlebih dahulu. Selain itu, kita harus memiliki pemikiran yang logis atau jelas, berfikir dengan berbagai macam model pengetahuan, kreatif, dan yang paling penting adalah memiliki penalaran yang kritis ya teman-teman. Untuk menulis karya ilmiah kita harus berfikir universal dengan gagasan yang menarik sehingga karya tulis ilmiah kita bisa membuat pembaca tertarik dan juga bermanfaat. 
Untuk memulai karya tulis ilmiah, kita bisa mencoba untuk menulis esai, belajar untuk mereview buku, membuat artikel dan masih banyak lagi yang bisa kita coba. Maka dari itu menulis sangat penting untuk kita yang dikatakan mahasiswa. Karena dengan menulis, kita bisa menguji kemampuan berfikir dan memiliki hasil temuan baru yang tidak akan kita kira. 
Salam hangat dariku teruntuk kalian teman-temanku tersayang. Selamat mencobaaaaa


Aku dan Kampung Halamanku

AKU DAN KAMPUNG HALAMANKU

Bagiku pengalaman adalah segalanya. 
Melalui waktu aku memahami sesuatu. Banyak teka teki kehidupan dalam relung waktu yg panjang. Dalam ranah waktu banyak retorika yg terjadi, melalui alur dinamika yg tidak diketahui, waktu selalu menjadi pertanyaan dari sang perbendaharaan tersembunyi.
Kehidupan ini hakikatnya seperti belajar untuk mengenal, dan waktu adalah perantara dari pengenalan itu.

Kampung halaman, seharusnya kampung adalah sebuah desa yang berada dipedalaman daerah, namun aku tidak memiliki desa. Aku lahir di sebuah kota yang berada di Kalimantan Barat, yaitu kota Pontianak, walaupun disebut kota, Pontianak adalah tempat dimana aku dibesarkan, Pontianak adalah kampung halamanku. 

Aku tinggal ditegah kawasan kota yang tak jauh dari jalan raya. Dulu ketika aku kecil, pada saat usiaku beranjak 5 tahun aku masuk ke salah satu TK yang berada di Pontianak yaitu TK Baitul Jama’ah Pontianak. Disinilah aku memulai cerita gembiraku yang mana pada saat itu, untuk pertama kalinya aku belajar membaca, menulis, dan berfikir. Aku menyadari bahwa saat itu aku sudah besar, jadi aku harus mulai mandiri. 

Pada saat usiaku berumur 5 tahun, kondisi perekonomian ayahku hanya seadanya saja, aku terlahir dari keluarga yang kurang mampu namun berkecukupan. Ayahku hanyalah seorang buruh semen, pekerjaan ayah pada saat itu sangatlah berat dikarenakan harus mengangkat semen yang jumlahnya tidak sedikit. Kami sekeluarga tidak mempunyai rumah pribadi untuk tetap tinggal. Aku, ayah, ibu dan adikku menumpang dirumah nenekku, kami berada ditengah lingkungan masyarakat yang memiliki berbagai macam jenis latar belakangnya. 

Tempat dimana aku tinggal, banyak sekali kutemukan hal-hal yang aneh. Mata pencaharian masyarakat disekitar berbagai macam jenis seperti buruh, tukang bangunan, tukang sampah dan banyak lagi yang lainnya. 

Hidup di tengah masyarakat kota sangatlah sulit, selain sulit untuk mencari pekerjaan, kondisi lingkungan yang ada dijalan juga tidak baik, dikarenakan banyaknya polusi dari asap motor dan debu-debu yang bertaburan dijalanan. Kondisi alam yang ada dikota sudah tidak alami, sungainya yang kotor dan banyak sampah yang mengapung ditepian pinggir sungai, dikarenakan kurangnya kesadaran diri masyarakat untuk menjaga kebersihan. 
Pada tahun 2006, usiaku tepat 6 tahun, ayahku membeli tanah di Jl. Ujung Pandang Gg. Hasyim. Ayahku mulai membangun rumah. Rumah yang pertama kali dibangun ayah hanya sepetak kamar untuk kami tinggali. Belum banyak penduduk di daerah tersebut, rumah penduduk sekitar sangat berjauhan dari rumah ke rumah. 

Dengan keadaan berbeda dan kutemukan pula orang-orang yang berbeda, disini aku kembali beradaptasi dengan lingkungan baru. Kulihat masyarakat sekitar sepertinya baik-baik saja, dan mata pencaharian masyarakat disini juga sama seperti ditempat nenekku dulu. Ditempat tinggal yang baru, aku menemukan 3 orang anak perempuan yang umurnya sama denganku, dia adalah, Rina, Sari, dan Mia. Mereka bertigalah yang menjadi sahabat kecilku pada saat itu. Dari ketiga sahabatku ini, mereka memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Pada saat itu mereka sudah seperti saudaraku, kami berteman melebihi dari apapun, susah dan senang kami jalani bersama. 

Bertahun-tahun aku tinggal di Ujung pandang, dan semakin tahun pula umurku semakin bertambah, artinya sisa hidupku juga berkurang. Namun seiring berjalannya waktu jumlah penduduk didaerahkupun semakin padat dan semakin ramai. 

Setiap tahunnya berbagai macam jenis tradisi yang aku temui di kotaku ini. Pontianak disebut dengan kota Khatulistiwa, karena kotaku ini adalah salah satu kota yang dilalui dengan garis khatulistiwa, yakni garis lintang nol derajat atau biasa disebut sebagai equator. Di kota inilah dibangun sebuah menara yang diberi nama Tugu Khatulistiwa. Tugu Khatulistiwa terletak di Jalan Khatulistiwa Pontianak Utara, jika dari pusat kota, kita harus menempuh perjalanan 30 menit untuk sampai ke Tugu. Selain itu, setiap tahunnya selalu banyak pengunjung dari berbagai belahan dunia yang datang untuk berkunjung ke tugu ini. Tugu khatulistiwa dikota kami menjadi salah satu tempat wisata bagi para turis yang ingin berkunjung.  

Pontianak, dulunya adalah kota yang didirikan oleh Sultan Abdurrahman Al-Qadrie yang merupakan Raja Pertama. Pada awal kedatangan Sultan ke Pontianak ia menemukan sebuah pulau ditengah sungai dan berhenti kepulau tersebut. Ketika berhenti dipulau tersebut, ia diganggu oleh para hantu pontianak, akan tetapi sebenarnya ia diganggu oleh para bajak laut dan perampok yang menghalangi jalannya untuk memasuki muara sungai kapuas. 
Setelah bermalaman ia melawan para pasukan bajak laut dan perampok tersebut, lalu mengalahkan mereka dan mendirikan sebuah kerjaan di Pontianak. Ditempat ia mengalahkan para musuhnya, ia mengatakan bahwa itu adalah pengalaman yang bersejarah, sehingga ditempat tersebut ia ingin dimakamkan dikomplek Batu Layang.
Batu layang adalah legenda yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Pontianak. Hampir seluruh masyarakat khususnya di Pontianak Utara mengetahui cerita dari legenda batu layang ini yang disampaikan oleh nenek moyang mereka. Batu ini selalu disebut-sebut sebagai batu yang hidup atau tumbuh dan menjadi besar. Masyarakat sekitar mengatakan bahwa dulunya batu ini berwarna hijau, dulu batu ini berada diseberang pulau akan tetapi  berpindah tempat kedaerah Pontianak Utara, maka dari itu disebutlah batu layang oleh masyarakat sekitar. Daerah batu layang ini sangat sering dikunjungi oleh masyarakat, baik itu dari luar negeri maupun luar pulau. Selain legenda maupun cerita yang ada di Batu layang tentu saja berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat setempat. 
Di kotaku ini juga ada Masjid Jami yang berada di Jalan Tanjung Raya Satu. Masjid Jami adalah masjid tertua di kota Pontianak, masjid ini didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie. Masjid inilah yang menjadi saksi dari berdirinya Kota Pontianak. Untuk berkunjung ke Masjid Jami kita juga bisa menyebrang sungai dengan menggunakan sampan atau speedboat, kita juga bisa menggunakan jalur alternatif menggunakan motor dengan menyebrang sungai melalui jalan tol. Di dekat masjid jami ada pula Keraton Kadariah yang merupakan istana kesultanan Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie merupakan orang pertama yang mendiami istana itu. Keraton juga menjadi salah satu objek wisata sejarah di Pontianak. Nah ditempat ini pula tidak jauh dari perkampungan beting yang sangat terkenal di Kota Pontianak. Kampung Beting adalah kampung yang paling terkenal dikalangan masyarakat Pontianak khususnya lagi anak-anak muda yang ada di Pontianak. Masyarakat sekitar yang berada di kampung Beting selalu menjadi pusat pembicaraan masyarakaat luar kapung Beting, sebagian besar masyarakat yang ada di Beting itu adalah pemeluk agama Islam. 


Pontianak juga disebut dengan Kota Bambu Runcing, dengan berbagai macam suku, etnis, maupun budaya yang berbagai macam jenis. Saat usiaku beranjak dewasa, aku menyadari bahwa kampung halamanku ini sangat unik. Kami bisa hidup disatu wilayah dengan berbagai macam perbedaan yang ada, keharmonisan yang luar biasa dan hidup dengan toleransi yang sangat istimewa. Saat ini aku sedang duduk dibangku kuliah, aku memilih program Studi Agama-Agama. Disini kutemui segala macam keindahan dalam perbedaan yang unik. 

Aku bukan lagi anak yang berusia 6 tahun yang dulunya tidak tau apa-apa. Ketika hidup tak ada arti, waktu terus dilewati, namun seperti sia-sia jika satupun karya tak dapat kuhasili. Sebuah perjalanan mengenai kisah kehidupan selalu menjadi sejarah yang tak bisa terlupakan. Banyak cerita indah yang kutemui dikampung halamanku ini. 

Mengenai aku, sangat sulit untuk mengetahui diriku. Aku mengakui itu. Tak ada satu orangpun tau arah pemikiranku. Hanya tuhanku yang sangat memahami tentang diriku. Namun seorang temanku pernah memperhatikanku, sehingga ia berkata, “walau tak tampak rembulan dimata, namun aku merasakan sinarnya masuk kedalam sanubari yang didalamnya tiada kumengerti, air kopi yang biasanya untuk mencari inspirasi hilang tak berbekas membuat tangan tak mampu memaparkan apa yang telah terjadi, kegersangan jiwa mengisi hati, membuat pikiran ingin bernostalgia akan masa-masa yang pernah dilalui. 

Jelas sudah mengenai kampung halamanku. Hehe, tidak semenarik kampung halaman kalian. Namun kampungku ini sangat istimewa, ketika pergi akan timbul rindu yg mendebu dihati, teringat bahwa sungai terpanjang di Indonesia tercinta ini terletak dikampung halaman tempatku tinggal. Sungai yg selalu membuat orang rindu itu disebut dengan sungai kapuas☺☺

Sabtu, 14 Maret 2020

Perubahan Yg Kurasa

Perubahan Yg Kurasa

Usiaku mulai berkurang, tepat diumur 20 ini banyak hal baru yg aku lakukan. Setelah beranjak dewasa, aku menyadari dan mengerti langkah apa yg harus aku pilih. Perubahan diumurku yg sudah berusia 20 tahun, aku lebih banyak berfikir, sedikit berbicara dan lebih gemar untuk bertindak. 
Apakah seperti itu tingkah orang yg sudah dewasa? Hehe.
Oh tuhannnnn......
Ternyataaa aku tidak lagi muda, tidak lagi remaja, bukan lagi anak kecil yg ingin dimanja. Sikapku kian hari semakin aneh saja. Seperti orang tua yang mengerti akan semuanya. Jiwaaku tidak lagi meronta-ronta ketika menghadapi masalah, tidak lagi ada kata dimana aku yg paling egois didunia nyata. Aku mulai berfikir dan mementingkan sikap, tanggapan dan memahami keadaan orang-orang yg ada disekitarku. Selebihnyaa banyak perubahan positif yg aku rasakan pada diriku. 
Andaiku sangat banyak. Dan ternyataa tuhan mendengarkan andai-andai itu satu persatu. Pada kenyataannya, sangat sulit untuk merubah segala yg adaa, namun ketika meminta kepada tuhan agar diberikan yg terbaik, ternyata tuhanpun mengabulkan itu.

Rabu, 11 Maret 2020

Tentang Aku, Mengenai Diriku

Tentang aku, Mengenai Diriku

Vina Mariana…………..
Vina Mariana, itulah namaku. Orang menyebutku dengan sebutan vina. Entahlah apa arti dari nama itu, akupun tak tau. Namaku adalah pemberian dari orang yang paling aku sayang dan juga aku cintai, dia adalah kakekku yang selalu menyayangiku. Namaku cukup unik seperti sikap dan juga perilaku ku yang aneh. Aku lahir pada 3 februari 2000. Aku adalah Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) yang mengambil prodi Studi Agama-Agama.  
Perihal hobi aku sangat gemar berhalusinasi dan berimajinasi untuk mengadu pemikiran yang seringkali membuatku merasa sedang berada di era kebingungan yang tidak jelas alurnya seperti apa. Lucu, sangat lucu karena itu bukan hobi yang tepat. Hobiku yang sebenarnya adalah tidur dan makan, selain itu aku juga suka menulis. Menulis adalah hobi yang sangat aku gemari, aku sangat suka menulis tentang narasi singkat dari hati dan rasa yang pernah ada didalam kehidupanku. 
Setiap tulisan yang kurangkai lewat pena dan ketikan selalu menghasilkan makna tersembunyi yang sulit dimengerti oleh orang yang membaca. Terkadang lucu, karena aku sangat suka membuat orang bingung dan berfikir. Dari sebagian kata yang kutulis dalam narasi, terdapat banyak kata ilmiah yang harus pembaca pahami. Namun itu adalah salah satu kekurangan yang kumiliki dalam hal menulis. Maka dari itu seringkali aku mencoba memperbaiki dan belajar untuk membuat orang yang membacanya juga mengerti.

Perihal aku….
Aku adalah orang yang sangat bodo amat mengenai apapun. Yang mudah moodbosternya kacau, suka ngambek ngga karuan, manja, dan juga cengeng.  Tak ada yang bisa membuat aku berubah kecuali diriku sendiri. Sikap bodo amatku itu sangat buruk. Sehingga aku berfikir untuk merubah perilaku seperti itu.
Dalam kehidupan ini, banyak kisah dari cerita warna-warni yang sudah kulewati. Pahit manisnya perjalanan hidup kurasakan dengan nikmat dan bersyukur atas pemberian yang dikaruniakan oleh tuhan. Banyak hal menarik dalam kisahku, mulai dari aku kecil hingga beranjak dewasa aku bersyukur telah berada diposisi yang menempatkan ku sebagai manusia yang sangat beruntung berkat tuhanku Allah SWT dan kedua orang tuaku yang selalu sabar mendidikku. 
Hidup dan waktu mengajari ku banyak hal, pengalaman yang sangat berharga dan banyak cerita baru yang aku dapatkan dari perjalanan hidup membukakan mataku akan sesuatu. Bagi kebanyakan orang, menjalani hidup tentu harus memiliki tujuan. Dan juga orang memaknai hidup sebagai kisah dari sebuah perjalanan. Mungkin benar namun, dalam mengarungi kehidupan didunia fana, hidup bagiku merupakan sebuah problematika yang ada. Sebagai manusia aku seperti dituntut untuk mencari. Entahlah pencarian seperti apa yang diriku inginkan. 
Berangkat dari pencarian aku menemukan jalan untuk menuju sesuatu yang aku inginkan. Dan ternyata point inti dari pencarian yg aku lakukan bersifat relatif. Dari problematika kehidupan yang kujalani, tentu terdapat masalah yang menghampiri. Melalui permasalahan tersebut aku belajar untuk mencari jalan agar bisa keluar dan bisa menyelesaikannya. Seperti itulah aku memaknai kehidupan. Begitupun fikirku mengenai Tuhan. Di pertengahan malam seringkali kumelamun tentang tuhanku. Dalam perenungan itu Tuhan seperti memberiku sebuah misi yang harus kuselesaikan dan kujalani dalam hitungan waktu yang tak ditentukan. Aneh. Memang tampak aneh, dan akupun menyadari itu. 
Aku adalah salah satu mahasiswa dari program studi agama-agama, banyak perspektif mengenai perbedaan yang seringkali membuat fikiranku merasa meronta-ronta. Namun kita semua punya cerita. Kita sama-sama makhluk yg bernama manusia, hanya saja agama kita yg berbeda. Namun dengan perbedaan kita memiliki rasa untuk saling menjagaa. Berbagai macam perbedaan kita pahami untuk bisa bersama, mengutuk diri untuk tidak membawa ego ditengah perbedaan yg ada. Hidup untuk mencari dan menemukan kebenaran seperti apa yg sesungguhnya, namun ternyata kebenaran itu relatif, tidak ada yg benar kecuali sang maha kuasa yg kebenarannya bersifat absolut.
Jika menginginkan perubahan maka aku harus melalui fase konflik terlebih dahulu, menjadi orang yang tidak disukai, dicaci maki, bahkan dihina aku harus bisa sabar menghadapinya. Setelah fase tersebut bisa ku lewati, maka aka nada perubahan yang mungkin saja pada awalnya tidak kusadari. Ternyata upayaku sudah sejauh itu. 
Selama ini aku yakin dan percaya akan Tuhanku yang selalu ada dihati. Ketika aku berusaha dan bertekad untuk maju, maka aku harus berani menerobos sesuatu yang tidak bisa orang lain bayangkan. Bahkan ketika sadarpun aku tak akan menyangka jika aku bisa melakukan itu. Aku hanya harus berani tampil dan percaya diri, bahwa tak ada yang tidak bisa aku lakukan jika aku ingin. Aku bisa membuktikan pada mereka yang pernah berkata bahwa aku hanyalah manusia dan masyarakat biasa. Akan ku perlihatkan pada mereka bahwa suatu saat aku akan menjadi orang yang inshaAllah luar biasa, dan lihat kedepannya, siapa yang akan membutuhkan ku, mereka yang berkata dan meremehkan suatu saat akan datang padaku. Aku yakin akan hal itu kelak.