Rabu, 11 Maret 2020

Tentang Aku, Mengenai Diriku

Tentang aku, Mengenai Diriku

Vina Mariana…………..
Vina Mariana, itulah namaku. Orang menyebutku dengan sebutan vina. Entahlah apa arti dari nama itu, akupun tak tau. Namaku adalah pemberian dari orang yang paling aku sayang dan juga aku cintai, dia adalah kakekku yang selalu menyayangiku. Namaku cukup unik seperti sikap dan juga perilaku ku yang aneh. Aku lahir pada 3 februari 2000. Aku adalah Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) yang mengambil prodi Studi Agama-Agama.  
Perihal hobi aku sangat gemar berhalusinasi dan berimajinasi untuk mengadu pemikiran yang seringkali membuatku merasa sedang berada di era kebingungan yang tidak jelas alurnya seperti apa. Lucu, sangat lucu karena itu bukan hobi yang tepat. Hobiku yang sebenarnya adalah tidur dan makan, selain itu aku juga suka menulis. Menulis adalah hobi yang sangat aku gemari, aku sangat suka menulis tentang narasi singkat dari hati dan rasa yang pernah ada didalam kehidupanku. 
Setiap tulisan yang kurangkai lewat pena dan ketikan selalu menghasilkan makna tersembunyi yang sulit dimengerti oleh orang yang membaca. Terkadang lucu, karena aku sangat suka membuat orang bingung dan berfikir. Dari sebagian kata yang kutulis dalam narasi, terdapat banyak kata ilmiah yang harus pembaca pahami. Namun itu adalah salah satu kekurangan yang kumiliki dalam hal menulis. Maka dari itu seringkali aku mencoba memperbaiki dan belajar untuk membuat orang yang membacanya juga mengerti.

Perihal aku….
Aku adalah orang yang sangat bodo amat mengenai apapun. Yang mudah moodbosternya kacau, suka ngambek ngga karuan, manja, dan juga cengeng.  Tak ada yang bisa membuat aku berubah kecuali diriku sendiri. Sikap bodo amatku itu sangat buruk. Sehingga aku berfikir untuk merubah perilaku seperti itu.
Dalam kehidupan ini, banyak kisah dari cerita warna-warni yang sudah kulewati. Pahit manisnya perjalanan hidup kurasakan dengan nikmat dan bersyukur atas pemberian yang dikaruniakan oleh tuhan. Banyak hal menarik dalam kisahku, mulai dari aku kecil hingga beranjak dewasa aku bersyukur telah berada diposisi yang menempatkan ku sebagai manusia yang sangat beruntung berkat tuhanku Allah SWT dan kedua orang tuaku yang selalu sabar mendidikku. 
Hidup dan waktu mengajari ku banyak hal, pengalaman yang sangat berharga dan banyak cerita baru yang aku dapatkan dari perjalanan hidup membukakan mataku akan sesuatu. Bagi kebanyakan orang, menjalani hidup tentu harus memiliki tujuan. Dan juga orang memaknai hidup sebagai kisah dari sebuah perjalanan. Mungkin benar namun, dalam mengarungi kehidupan didunia fana, hidup bagiku merupakan sebuah problematika yang ada. Sebagai manusia aku seperti dituntut untuk mencari. Entahlah pencarian seperti apa yang diriku inginkan. 
Berangkat dari pencarian aku menemukan jalan untuk menuju sesuatu yang aku inginkan. Dan ternyata point inti dari pencarian yg aku lakukan bersifat relatif. Dari problematika kehidupan yang kujalani, tentu terdapat masalah yang menghampiri. Melalui permasalahan tersebut aku belajar untuk mencari jalan agar bisa keluar dan bisa menyelesaikannya. Seperti itulah aku memaknai kehidupan. Begitupun fikirku mengenai Tuhan. Di pertengahan malam seringkali kumelamun tentang tuhanku. Dalam perenungan itu Tuhan seperti memberiku sebuah misi yang harus kuselesaikan dan kujalani dalam hitungan waktu yang tak ditentukan. Aneh. Memang tampak aneh, dan akupun menyadari itu. 
Aku adalah salah satu mahasiswa dari program studi agama-agama, banyak perspektif mengenai perbedaan yang seringkali membuat fikiranku merasa meronta-ronta. Namun kita semua punya cerita. Kita sama-sama makhluk yg bernama manusia, hanya saja agama kita yg berbeda. Namun dengan perbedaan kita memiliki rasa untuk saling menjagaa. Berbagai macam perbedaan kita pahami untuk bisa bersama, mengutuk diri untuk tidak membawa ego ditengah perbedaan yg ada. Hidup untuk mencari dan menemukan kebenaran seperti apa yg sesungguhnya, namun ternyata kebenaran itu relatif, tidak ada yg benar kecuali sang maha kuasa yg kebenarannya bersifat absolut.
Jika menginginkan perubahan maka aku harus melalui fase konflik terlebih dahulu, menjadi orang yang tidak disukai, dicaci maki, bahkan dihina aku harus bisa sabar menghadapinya. Setelah fase tersebut bisa ku lewati, maka aka nada perubahan yang mungkin saja pada awalnya tidak kusadari. Ternyata upayaku sudah sejauh itu. 
Selama ini aku yakin dan percaya akan Tuhanku yang selalu ada dihati. Ketika aku berusaha dan bertekad untuk maju, maka aku harus berani menerobos sesuatu yang tidak bisa orang lain bayangkan. Bahkan ketika sadarpun aku tak akan menyangka jika aku bisa melakukan itu. Aku hanya harus berani tampil dan percaya diri, bahwa tak ada yang tidak bisa aku lakukan jika aku ingin. Aku bisa membuktikan pada mereka yang pernah berkata bahwa aku hanyalah manusia dan masyarakat biasa. Akan ku perlihatkan pada mereka bahwa suatu saat aku akan menjadi orang yang inshaAllah luar biasa, dan lihat kedepannya, siapa yang akan membutuhkan ku, mereka yang berkata dan meremehkan suatu saat akan datang padaku. Aku yakin akan hal itu kelak. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar